Bahan Diskusi: Teori, Model dan Konsep Pendidikan

  1. Jan Komensky (Comenius 1592 –1970) : a. lingkungan sekolah harus didasarkan pada prinsip
    pertumbuhan dan perkembangan anak secara wajar, dengan memperbolehkan berbagai kegiatan yang sesuai; b. pengajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan, antara lain dengan menggunakan bahasa yang dikenal dan mempresentasikan obyek yang dikenal pula.
  2. John Locke (1632 – 1704) : pada saat lahir seseorang ibarat kertas kosong (tabula rasa) atau tidak mempunyai gagasan/pikiran. Oleh karena itu pendidikan harus mengembangkan kemampuan dalam kehidupan (sosial, ekonomi dan politik) secara praktis.
  3. Jean Jacques Rousseau (1712 - 1778) : masyarakat telah memenjarakan kita melalui serangkaian lembaga. Anak-anak harus dibebaskan dari penjara yang paling menekan, yaitu sekolah. Lingkungan alam merupakan guru paling baik. Pengetahuan berkembang melalui penginderaan dan perasaan.
  4. Johann Pestalozzi (1747 – 1827) : a. manusia pada dasarnya semua baik, namun dapat rusak tertular oleh masyarakat koruptif. Sekolah tradisional sebagai tempat mengulang dan mengingat harus dirombak, perombakan ini akan mampu menjembatani perubahan sosial; b. pembelajaran harus mengikuti perkembangan alamiah : konkrit ke abstrak, lingkungan dekat ke jauh, mudah ke sukar, gradual dan kumulatif.
  5. Friedrich Froebel (1782 – 1852) : a. pendidikan harus berbasis pada aktivitas diri, karena itu perlu diciptakan dan dikelola lingkungan yang sesuai (termasuk bermain, menyanyi, menggambar, berkarya dsb. pada saat anak mulai mengikuti pendidikan); b. pendidikan harus berlangsung dengan memperhatikan harga-diri siswa, dan dengan memberikan contoh mengenai nilai-nilai luhur yang perlu dijunjung.
  6. Johann Herbart (1776 – 1841) : a. tujuan akhir pendidikan adalah perkembangan moral; dua kelompok ajaran yang perlu diberikan adalah pengetahuan dan etika; b. proses pendidikan berlangsung dalam lima tahap : persiapan, presentasi, asosiasi, sistematisasi, dan aplikasi.
  7. Herbert Spencer (1820 – 1903) : individu yang paling kuat dalam satu generasi akan selamat (survival of the fittest), oleh karena itu pendidikan harus dikembangkan berdasar prioritas dalam keselamatan dan kemajuan mahluk (untuk mampu bertahan hidup, mampu menguasai kegiatan secara efisien, mampu meningkatkan efektivitas kinerja dalam hidup).
  8. John Dewey (1859 – 1952) : a. pendidikan merupakan proses sosial dimana anggota masyarakat yang belum matang (terutama anak-anak) diajak ikut partisipasi dalam masyarakat; b. tujuan pendidikan adalah memberikan kontribusi dalam perkembangan pribadi dan sosial seseorang, melalui pengalaman dan pemecahan masalah yang berlangsung secara reflektif.
  9. Ivan Illich (1926 – 1990) : pendidikan disekolah telah membelenggu perkembangan pribadi dan masyarakat, oleh karena itu kalau masyarakat mau maju harus dibebaskan dari sekolah (deschooling society); masyarakat akan berkembang melalui jaringan belajar.
  10. Paulo Freire ( ? – 1997) : pendidikan adalah usaha memanusiakan manusia; tujuan pendidikan adalah pembebasan yang permanen. Pembebasan permanen ini berlangsung dalam dua tahap : pertama tahap kesadaran akan penindasan, dan kedua membangun kemantapan dengan aksi budaya yang membebaskan. Untuk itu semua pihak harus berpartisipasi dalam pendidikan.
  11. Ki Hajar Dewantara (1889 – 1959) : a. hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri; b. pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran dan tenaga; c. pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang terpelajar dengan rakyat.
  12. Mohammad Syafei (1896 – 1969) : dasar pendidikan adalah : a. berpikir secara logis dan rasional dan meninggalkan cara berpikir mistik dan takhayul; b. kebutuhan masyarakat; c. kegunaan hasil pendidikan untuk kemajuan masyarakat; d. tertanamnya rasa percaya diri dan berani bertanggung jawab; 5) masyarakatlah yang menilai lulusan dan memberikan “ijazah” atau pengakuan.

Bahan Diskusi Kelompok

Kontribusi Teori, Model dan Konsep Pendidikan
Dalam Teknologi Pendidikan

Petunjuk : Pilihlah tiga teori, model atau konsep pendidikan yang tercantum dalam Bahan Diskusi, dan

  1. Bahaslah dalam kelompok anda, kontribusi teori, model atau konsep pendidikan yang dipilih dalam bidang Teknologi Pendidikan.
  2. Jelaskan alasan kelompok anda menganggap pilihan teori, model atau konsep pendidikan tersebut memberikan kontribusi ?
  3. Bagaimana bentuk atau proses penerapan teori, model atau konsep pendidikan tersebut dalam memecahkan masalah belajar ?

 Viewed 2843 times by 1103 viewers

About the Author

Yusufhadi Miarso has written 27 stories on this site.

Professor Emeritus bidang Teknologi Pendidikan Univeristas Negeri Jakarta

One Comment on “Bahan Diskusi: Teori, Model dan Konsep Pendidikan”

  • lailiya wrote on 24 December, 2009, 1:55

    Pak, saya ngopy ya,,,, bwat tambahan referensi,,, trims ^_^

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 yusufhadi.net. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, design modified by Uwes A. Chaeruman from Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.
Close
E-mail It